Bawaslu Ende Gelar Rapat Pengembangan Media Cetak
|
Ende, Bawaslu Kabupaten Ende – Dalam rangka meningkatkan kemampuan penulisan berita, Pimpinan Bawaslu Ende menggelar Rapat Pengembangan Media Cetak dengan subtema’ Teknik Peliputan dan Pengolahan Data’, yang diikuti oleh seluruh staf, di Kantor Bawaslu Ende, Kamis (20/5/2021).
Rapat dipimpin Ketua Bawaslu Ende, Natsir B.Koten dan didampingi Anggota, Maria Uria Ie, serta narasumber dari staf teknis PHL, Yos Ilang dan moderator Latifa Putri Hutami.
Natsir, menyampaikan empat persoalan krusial yang harus diketahui, yakni bagaimana teknik menggali informasi dan data dari narasumber, membuat judul berita agar lebih menarik, menuangkan ide atau konsep yang cemerlang, serta bagaimana menyajikan data dan informasi.
Ia juga menuturkan dalam dunia jurnalistik “Jangan hanya dapat merasa bisa, tetapi harus bisa merasakan.” Setiap staf wajib melakukan peliputan dan penulisan berita. Menarik atau tidaknya sebuah berita, tergantung dari data dan informasi yang diperoleh,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL), Maria Uria Ie, mengungkapkan, kecintaan terhadap lembaga tidak hanya pada hal-hal tertentu. Tetapi semua hal, karena unsur transparansi dan akuntabilitas menjadi landasan dasar dalam Bawaslu.
Untuk itu, dalam Perbawaslu Nomor 1 Tahun 2020 telah diatur tentang tata kerja dan pola hubungan Bawaslu mulai dari pusat hingga ke Pengawas TPS.
Ia berharap agar seluruh staf mampu mentransformasi ilmu jurnalistik dalam praktek penulisan berita, baik di Website maupun PPID Bawaslu Ende. Semua staf harus berperan aktif menulis berita sebagai persiapan dalam menghadapi Pemilu/Pilkada serentak 2024 nanti.
Adapun yang disampaikan narasumber dalam pemataran materinya, yakni peliputan berita merupakan cara yang dilakukan oleh seorang jurnalis guna mendapatkan informasi mengenai peristiwa yang sedang atau sudah terjadi.
Untuk mendapatkan data dan informasi, dapat diperoleh melalui wawancara, jumpa pers/konferensi pers, siaran pers/press release, observasi, dan riset data.
Sebagai seorang jurnalis, menurutnya dituntut memiliki rasa ingin tahu (curiosity), memahami informasi yang berkembang, menyiapkan agenda setting, materi wawancara, serta memahami narasumber.
Selain itu, untuk mendapatkan informasi yang bernilai dituntut mengikuti beberapa tahapan pengolahan data. Dimulai dari perolehan data utuh, pembersihan data (data cleaning), reduksi data/mengambil data yang penting, klasifikasi sesuai kebutuhan reportase, menarik kesimpulan, serta penyajian data dalam komposisi utuh berita.
Ia juga mendorong para peserta agar tidak gamang dalam melakukan penulisan berita. Asalkan memperhatikan hal-hal mendasar, yakni kode etik jurnalistik, doktrin kejujuran, cover both side, serta verifikasi/cek and ricek. Penulis: Putri Hutami – Editor: Yos Ilang