Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Ende, Hadir Kegiatan Rakor Pemerintah dan Mosalaki

Bawaslu Ende, Hadir Kegiatan Rakor Pemerintah dan Mosalaki

Ende, Bawaslu – Anggota Bawaslu Ende Maria Uria Ie, S.Akun, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah dan Pemangku Adat (Mosalaki), yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Ende, Kamis (13/8) di Sao Ria, lokasi Museum Tenun Ikat, Jalan Soekarno, Kecamatan Ende Utara.

Rakor dilaksanakan dalam rangka “Sepekan Festival Danau Kelimutu” yang dilaksanakan pada bulan Agustus setiap tahun. Beberapa kegiatan dalam festival tahun 2020, yaitu Pelangi Nusantara (atraksi olahraga paralayang), Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata (bahasa adat daerah Ende/ritual pemberian makan para leluhur di puncak Danau Kelimutu), serta kegiatan Rakor Pemerintah dan Mosalaki).

Bupati Ende Drs.H.Djafar H.Achmad,MM, dalam sambutannya, mengajak  Mosalaki/Kepala suku dan unsur Forkompimda untuk mendukung Program Pemerintah Kabupaten Ende menghadapi kebiasaan hidup baru pada masa pandemi  Covid-19 dalam aktualisasi adat dan budaya.

Lebih lanjut, Djafar mengungkapkan ”Melalui peran para pemangku adat kita perkuat adat dan budaya Ende–Lio-Nage dalam mendukung pembangunan pada masa pandemi Covid-19. Bupati mengajak seluruh Mosalaki untuk komitmen menjaga eksistensi pemangku hak ulayat dan tetap berpedoman pada ajaran agama.

Sebagai Mosalaki, sejatinya dapat menjadi panutan dalam masyarakat, berkomunikasi, rendah hati, dan tidak terpengaruh dengan unsur-unsur kehidupan negatif yang datang dari luar. Mosalaki merupakan salah satu unsur atau pilar penting yang terintegrasi dalam “Zika Mboku Telu” (bahasa adat daerah Ende) atau ‘Tiga Batu Tungku’ yaitu Agama, Mosalaki, dan Pemerintah.

Senada dengan Bupati, Wakil Ketua DPRD Ende Erikos Emanuel Rede, juga menegaskan bahwa pembangunan di Ende mesti berlandaskan pada Tiga Bantu Tungku. Dimana, akan lebih mudah melakukan komunikasi dan koordinasi, sehingga terciptanya persamaan persepsi dalam pembangunan.

Erikos juga mengatakan, “Tujuan pembangunan di Kabupaten Ende adalah mencerdaskan dan menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera demi kebaikan bersama  atau ‘Bonum Commune’. Atas nama Pimpinan dan Anggota DPRD Ende, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Rakor, karena seluruh rangkaian acara syarat dengan nilai-nilai wisata budaya lokal.”

Sebelum berakhirnya kegiatan, para Mosalaki menandatangani deklarasi pelaksanaan tatanan hidup baru. Dimana deklarasi tersebut berisi ajakan pemerintah kepada masyarakat agar tetap patuh dan melaksanakan secara ketat standar protokol kesehatan sehingga terhindar dari pandemi Covid-19. 

Hadir dalam Rakor tersebut, yaitu  310 Mosalaki dari 21 Kecamatan yang berasal dari etnis Ende, Lio, dan Nage, tokoh agama, Sekda Ende Dr. dr Agustinus G. Ngasu, M.Kes,  Perwira seksi teritorial (Pasiter) Kodim 1602 Kapten Yuskamir, Wakapolres Ende Kompol Dance Elias Day, Ketua Pengadilan Negeri Ende Komang Prayoga, Kepala Kejaksaan Negeri Ende Sudarso, S.H, Wakil Ketua DPRD Ende Erikos Emanuel Rede, dan para Kepala Dinas, Camat, Lurah, Instansi Vertikal, BUMN, BUMD, Perguruan Tinggi, Pelaku UMKM, Bawaslu Ende, KPUD Ende, Media Cetak dan Media Elektronik. Penulis: Rin Ie– Editor: Yos Ilang