Lompat ke isi utama

Berita

Jangan Pernah Berhenti Belajar

Anda selalu dapat memetik pelajaran

dari apa yang anda tahu. Yang baik dari dia

menjadi contoh untuk ditiru. Sedangkan

yang tidak baik dari seseorang menjadi

contoh untuk tidak diteladani

 

1

 

Sebuah kalimat bijak mengingatkan “Stop Learning Stop Growing.” Berhenti Belajar Berhenti Berkembang. Begitulah yang terjadi, kalau kita berhenti belajar, maka pada hakikatnya kita sedang menghentikan pertumbuhan diri kita.

Begitupun sebaliknya, kalau kita terus mau belajar dalam hidup, hakikatnya kita terus berproses untuk bertumbuh.

Salah satu sosok yang tidak pernah berhenti belajar adalah Confucius. Maka wajar saja jika pemikiran maupun pandangan Confucius, filosof dari China yang hidup ribuan tahun yang lalu selalu menarik dan inspiratif. Ia pernah mengungkapkan bahwa Anda selalu bisa mendapatkan pelajaran dari setiap orang. Apakah ia orang baik atau jahat, Anda selalu memetik pelajaran dari orang yang Anda temui. Yang baik dari dia, menjadi contoh untuk ditiru. Sedangkan yang tidak baik dari seseorang, menjadi contoh untuk tidak diteladani.

Maka saya tak begitu risau saat menyaksikan sahabat-sahabat-ku yang masih menunjukan beragam sikap dan pemikiran yang kurang bijak. Karena pada hakikatnya mereka sedang berproses. Asalkan ada niat dan semangat untuk terus belajar, kita punya harapan kelak sikap dan pemikirannya terus berkembang.

Belajar tidak mengenal usia, dan pada hakikatnya belajar adalah usaha untuk mengubah sikap dan pemikiran yang baik. Selagi kita masih diberi usia yang panjang, maka manfaatkanlah usiamu untuk belajar menghirup nikmat dari segala nikmat, sehingga kelak kita tidak ditanya “Berapa usiamu yang kau habiskan untuk mengubah nasib? Pertanyaan itu hanya bisa dijawab dengan cara Belajar kita bisa bisa mengubah nasib. Bukankah Tuhan berjanji “Tuhan tidak akan mengubah nasib setiap kaum, apabila kaum itu dapat mengubah nasibnya sendiri”.

Maka khusus bagi sahabat-sahabat-ku yang masih melakoni pencarian hidup, belajarlah banyak dari pengalaman hidupmu. Reguk sebanyak mungkin hikmah dari sekitarmu. Ambil sebanyak mungkin pengalaman dari sesama. Pelajari beragam ilmu. Masa sekarang, adalah masa terbaik untuk melakoni pencarian. Pencarian tentang jati diri, tentang makna hidup, tentang hakikat kesuksesan, tentang kebenaran sejati. Dalam proses pencarian itu, akan hadir beragam pemikiran yang secara mengejutkan turut serta membentuk mindset pada diri kita.

Benang merah dari penjelasan di atas sudah bisa menggambarkan bahwa, Jangan Pernah Berhenti Belajar. Berhenti belajar berarti kita tidak sanggup mengolah pikiran kita dengan baik, dan tidak mampu kita mengoloh hati kita dengan baik. Begitupun sebaliknya, jika kita terus mau belajar maka kita mampu mengekpresikan hidup kita untuk tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan peradaban manusia.

Sejatinya, penyelenggara pemilu (Bawaslu) mesti banyak belajar tentang ruang lingkup kerja Bawaslu dan model pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu. Karena sasaran pengawasan Bawaslu mencakup semua hal yang berkaitan dengan Pemilu maupun Pemilihan Kepala Daerah. Sasaran pengawasan bukan hanya terkait dengan kinerja Komisi Pemilihan Umum semata, tetapi juga semua hal yang mengandung potensi pelanggaran dalam proses Pemilu maupun Pemilihan Kepala Daerah (M. Afifudin, 2020). Oleh karena itu, Bawaslu mesti belajar memahami produk hukum, seperti Undang-Undang Pemilu dan Peraturan Bawaslu secara utuh dan benar. Sebab pemahaman regulasi yang utuh dapat membantu melakukan pengawasan secara baik dan mendapatkan legitimasi hasil pegawasannya oleh masyarakat (Fritz E, Siregar, 2018).

Kita boleh mengutip penulis Bestseler Man Shabara Zhafira, “Impian tak bisa disulap menjadi kenyataan, khayalan tak bisa direalisasi menjadi realita, hanya dengan belajar, belajar, dan belajar-lah yang mampu mengubah kehidupan. Dengan belajar-lah kita mampu mengubah pola dan sikap hidup yang alay menjadi santun, yang galau menjadi senyum, yang rendah menjadi roket. Sesungguhnya pilar kesuksesan itu hanya ada tiga: dream (bermimpi setinggi-tingginya), action (berupaya sekuat-kuatnya), lalu pray (dekati Allah sedekat-dekatnya). Saat ikhtiar lahir sudah disertai dengan ikhtiar batin, saat itu pula kita sedang mengundang segala peluang untuk keberhasilan kita (Rifa`i, 2013) .

Untuk menggapai keberhasilan dalam hidup, kita butuh kerja keras (hardwork), kita butuh pengetahuan (knowledge), dan kita butuh sikap yang baik (attitude). Dan semua  kehendak hanya bisa diraih dengan jalan belajar. Karena dari belajarnya, Tuhan akan membimbing hamba-hamba-Nya untuk menuju hidayah dan cahaya (Kotten).