Konten Berita Harus Akurat dan Menarik
|
Ende, Bawaslu Kabupaten Ende – Penulisan konten berita harus lebih akurat dan menarik. Hal ini disampaikan dua narasumber, Ana Djukana dan Marthen Bana, dalam kegiatan Bimtek Penulisan dan Peliputan Berita yang digelar secara daring oleh Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (16/8/2021).
Bimtek diikuti oleh Ketua dan Anggota serta Staf Humas Bawaslu 22 Kabupaten/Kota se-NTT. Dengan tujuan meningkatkan kompetensi penulisan dan peliputan berita terkait pengawasan tahapan pemilu/pilkada dan kegiatan lain di Bawaslu.
Hadir dalam kegiatan tersebut, yaitu Ketua Bawaslu NTT Thomas M.Djawa, Anggota Melpi M. Marpaung, Jemris Fointuna, Baharudin Hamzah, dan Noldi T. Hungu.
Kegiatan melibatkan dua narasumber berpengalaman, yakni Aktivis Media (NTT Online) Ana Djukana dan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang Marthen Bana.
Thomas, dalam sambutan pembukaan mengatakan, kegiatan ini penting karena dapat meningkatkan soliditas, integritas dan profesionalitas kerja kita ke depan agar lebih baik dan berkualitas.
Ia juga menambahkan, kegiatan serupa sering dilakukan. “Berharap kegiatan kali ini akan lebih meningkatkan performance kerja di bagian penulisan dan peliputan berita agar publikasi informasi ke masyarakat tersaji maksimal, guna menjawab tantangan transformasi informasi saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, Marthen mengungkapkan, penulisan berita selalu mengacu pada UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Menurutnya, Pers dan Media Sosial (Medsos) itu berbeda namun keduanya saling melengkapi. Produk pers wajib menggunakan unsur 5W + 1H dan selalu melakukan verifikasi, cek dan ricek, serta balancing news ‘perimbangan penyajian konten berita.’
Narasumber lain, Ana menjelaskan, menulis adalah sebuah keterampilan dalam hal pemilihan diksi, judul, lead, dan penjelasan dalam bentuk narasi berita yang tepat, edukasi dan informatif.
Demi mendapatkan jumlah pembaca yang masif, menurutnya, “sebuah lembaga harus memiliki perencanaan dan alur produksi berita, yakni sumber data/dokumentasi, peliputan, penulisan, editing, dan pesetujuan dari pimpinan untuk dipublikasi.
Karena, “Dengan mengikuti alur produksi berita akan menciptakan konten berita Bawaslu yang berkualitas sebagai informasi publik. Namun, apabila hal itu tidak diterapkan akan berdampak pada konsekwensi hukum dan menurunnya tingkat kunjungan pembaca,” katanya.
Selain itu, “Kehadiran medsos saat ini sangat penting, karena lebih mudah menjangkau segmen pembaca yang tak lekang oleh waktu, tempat, jarak, dan kelompok usia,” ujar mantan wartawan senior Surat Kabar Harian Umum Pos Kupang ini, tegas!.
Ia mendorong pengelola website Bawaslu di masing-masing kabupaten/kota, agar menyampaikan informasi yang sudah difilter oleh editor dan pejabat yang berwenang. Sehingga menjamin akurasi informasi dan kepastian hukum serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Bawaslu. Penulis/Editor: Yos Ilang