Menakar Pancasila dari Rahim Perempuan Bawaslu
|
Hari lahir Pancasila, 1 Juni 1945 selalu diperingati setiap tahun oleh seluruh rakyat Indonesia. Apapun perbedaan agama, suku, ras dan daerahnya, selalu dirayakan dengan penuh syukur, semangat dan suka cita yang sama. Lima sila di rahim Pancasila telah menyatukan rakyat Indonesia dari Sabang hingga Marauke. Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, sebagai ‘founding father’ telah meletakan landasan yang kuat ‘Pancasila’ sebagai dasar negara dalam membingkai aneka kebhinekaan se-Indonesia raya.
Peringatan hari lahir Pancasila, Selasa, 1 Juni 2021, dimaknai oleh srikandi Bawaslu Ende dalam berbagai perspektif. Berjuang! dan selalu mengisi kemerdekaan dengan karya-karya nyata yang berkualitas, edukatif dan informatif sebagai pengawal pesta demokrasi rakyat.
Sejarah bangsa Indonesia yang tertindas kolonialisme barat, menggugah hasrat perempuan Indonesia bangkit dan meningkatkan sikap patriotisme dan nasionalisme sejati. Srikandi pejuang kemerdekaan bermunculan dari berbagai daerah. Satu diantaranya, Raden Ajeng Kartini, perempuan asal Jepara Jawa Tengah ini, terkenal sebagai sosok perempuan yang gigih dalam memperjuangkan emansipasi wanita.
Ia sangat kritis melihat ketimpangan yang terjadi di bumi pertiwi, terutama diskriminasi perempuan dalam dunia pendidikan. Ia menjadi tokoh yang menjadi panutan perempuan Indonesia saat ini. Peringatan hari lahir ‘Pancasila’ ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional. Dimana pemerintah, masyarakat dan seluruh komponen bangsa memperingati Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Tiga dari tujuh srikandi Bawaslu Ende, memaknai hari lahir Pancasila dengan beragam persepsi. Maria Uria Ie, Anggota Bawaslu Ende, mengungkapkan, peringatan hari lahir Pancasila tidak sekedar seremonial. Namun, harus dapat dimaknai dengan berkarya. Dalam Pancasila kita dapat menemukan kedamaian, kemerdekaan, berdaulat dan bernegara. Sebagai perempuan Bawaslu, harus dapat menjalankan tugas sesuai landasan dasar demokrasi yaitu pancasila. Dengan peringatan hari lahir pancasila, setidaknya kita dapat merefleksi diri sejauhmana peran dan kontribusi kita terhadap negara. Kita harus mampu menerapkan nilai-nilai pancasila guna mendukung dan mewujudkan kualitas diri. Menurutnya, syarat utama mendapatkan peran penting itu adalah ‘kualitas’. Karena dengan kualitas seseorang memiliki integritas, wawasan luas dan pekerja keras yang dapat diunggulkan sebagai modal dalam berkompetisi.
Elisabeth Renggi, staf keuangan Bawaslu Ende. Memaknai hari lahir Pancasila sebagai sumber inspirasi. Pancasila telah memberikan ruang bagi anak bangsa terutama kaum perempuan untuk terus belajar dan meningkatan kemampuan dalam meraih peran-peran strategis. Perempuan tangguh, menurutnya harus berani dan ulet serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan budaya lokal. Pancasila mewariskan nilai-nilai luhur dan telah menghasilkan generasi pemimpin yang militan dalam berpikir dan bertindak. Mari kita satukan langkah tingkatkan semangat, menjadi perempuan Bawaslu yang kokoh dan optimistis.
Latifa Putri Hutami, staf Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Ende. Sebagai generasi muda sejatinya peringatan hari lahir Pancasila harus diisi dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat. Perempuan harus dapat mengambil peran dan keputusan yang strategis. Menurutnya, perempuan-perempuan yang bekerja di Bawaslu adalah pilihan terbaik dan selalu menjadi influencer serta menjadi ‘trend setter’ atau panutan bagi yang lain. Ia berharap ke depan perempuan harus berani menciptakan karya-karya besar bukan hanya sebagai penikmat. Karena cara terbaik untuk mengetahui masa depan adalah dengan menciptakannya. Selamat berjuang srikandi Bawaslu Ende, asa menanti menjadi pengawal demokrasi yang unggul, semoga!. Penulis: Yos Ilang