Lompat ke isi utama

Berita

Pos Kupang Berbagi Ilmu Jurnalistik

Pos Kupang Berbagi Ilmu Jurnalistik

Ende, Bawaslu Kabupaten Ende – Wartawan Surat Kabar Harian Umum (SKHU) Pos Kupang Laus Markus Goti dan Romualdus Pius, mendapat sambutan hangat sebagai narasumber saat berbagi ilmu dan pengalaman pada pelatihan “Pengembangan Media Cetak” di Kantor Bawaslu Ende, Kamis (17/9/2020).

Pelatihan pengembangan media cetak sekaligus meningkatkan kemampuan teknis dan konsep penulisan berita kepada 12 staf teknis PPNPNS. Hal ini disampaikan ketua Bawaslu Ende Natsir B. Kotten, didampingi anggota Basilius Wena dan Maria Uria Ie, serta Koordinator Sekretariat Rasyid Abubakar, pada acara pembukaan.

Goti menjelaskan, seorang jurnalis harus memahami unsur berita 5W+1H guna membantu mengekskavasi data dan informasi dalam penulisan berita. Selain berpedoman pada UU Pers Nomor 40 tahun 1999, juga harus mematuhi kode etik jurnalistik.

Data yang benar dan akurat, menurutnya dapat mendukung akurasi berita serta  dipercaya sebagai informasi publik yang layak dikonsumsi pembaca.

“Menulis harus mampu menghasilkan nilai serta mengutamakan aktualitas berita, sehingga tidak dianggap basi atau kedaluwarsa,” tegas Goti.

Ia juga menjelaskan, berita tidak hanya straight news atau berita langsung dan in depth news atau berita mendalam atas kegiatan/peristiwa, tetapi perlu variasi dengan informasi-informasi ringan, seperti future misalnya, agar lebih menarik.

Media Buletin, menurutnya perlu menampilkan profil, future baik tokoh politik, pengamat, kaum perempuan yang memiliki karisma dan daya tarik inspiratif.

1

Wartawan Pos Kupang Romualdus Pius (kanan) bersama Maria Uria Ie sebagai moderator, pada kegiatan Pengembangan Media Cetak, di Bawaslu Ende, Kamis (17/9/2020). Foto: Wahyudin Dala.

 

Selain itu, wartawan senior Romualdus Pius mengungkapkan, pengembangan media cetak memerlukan sarana dan prasarana yang kualified dan selalu “up to date.” Tanpa didukung dengan hal tersebut maka media cetak akan sulit berkembang.

Menurutnya “Sebelum melakukan aktifitas jurnalistik, sebuah lembaga harus  membentuk tim redaksi, sehingga setiap personil yang menduduki jabatan, secara hirarki  memahami tugas, kewajiban, dan kewenangannya.

Ia menambahkan, tim redaksi harus solid karena merupakan satu kesatuan atau tanggung jawab bersama. Rapat redaksi dilakukan secara rutin mulai dari prapeliputan hingga pasca peliputan. Hal ini guna mengetahui isu-isu menarik dan penentuan headline berita pada halaman utama. Penulis: Yos Ilang