Lompat ke isi utama

Berita

Rapat Evaluasi Kerja Tahun 2021

Rapat Evaluasi Kerja  Tahun 2021

Ende, Bawaslu Kabupaten Ende – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ende melakukan evaluasi pelaksanaan program kerja non tahapan pemilu tahun 2021 di aula kantor Bawaslu Ende, Selasa (4/1/2022). 

Evaluasi awal tahun dipimpin ketua Bawaslu Ende, Natsir B. Kotten, didampingi anggota Basilius Wena, Maria Uria Ie, serta Koordinator Sekretariat (Korsek) Bawaslu Ende Rasyid Abubakar.

Natsir mengatakan, program kerja semuanya sudah terlaksana dengan baik. Namun, masih ada kekurangan yang harus diperbaiki. Kita benahi secara bertahap di tahun 2022 ini.

Ia menilai pengembangan diri kita masih rendah. Terlalu larut dengan kebiasan salah dan kurang memiliki konsep diri. “Jika ingin maju maka hargai dirimu sendiri sebelum menghargai orang lain,” ungkap Natsir.  

Selain itu, Korsek Rasyid Abubakar mengatakan, evaluasi kerja dilakukan setiap awal tahun. Karena sebuah lembaga publik memiliki sistem kerja yang baku dan saling berkaitan. Kita perlu mengetahui sejauhmana program kerja yang kita lakukan. 

Antara divisi harus saling mendukung. Sehingga terintegrasi menjadi satu kekuatan besar yang mampu meningkatkan kredibilitas lembaga dan kepercayaan publik. 

Ia menyarankan, agar para staf membiasakan diri untuk disiplin. Jangan malu bertanya, selalu melakukan konfirmasi jika ada hal yang belum dipahami sehingga tujuan kerja menjadi lebih jelas untuk dilaksanakan.

Kurangi melakukan hal-hal yang tidak penting di kantor. Fokus, dan konsentrasi dengan pekerjaan dalam ruangan. Manfaatkan jam kerja untuk bekerja bukan untuk bersantai-santai, tegas Rasyid. 

Sementara itu Kordiv Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Basilius Wena, mengajak seluruh staf agar lebih tertib dan disiplin di kantor. Kantor tempat untuk bekerja. Banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Laksanakan tugas sesuai instruksi pimpinan. Kurangi melakukan hal-hal yang tidak penting karena akan mengganggu kondisivitas kerja.

Mari kita memulai yang baru dan berani untuk berubah. Harapan kita agar semua staf memiliki kemampuan yang sama. Jangan lagi ada ketimpangan diantara staf dan antara divisi. Ada yang serius bekerja namun ada juga yang biasa-biasa saja. Hal itu harus dirubah karena tidak menghasilkan kontribusi pada lembaga. 

Selain itu koordinator pengawasan dan hubungan antar lembaga Maria Uria Ie, dengan tegas mengatakan, penyakit ‘tidak disiplin’ harus segera ditinggalkan. Kita sudah memasuki tahun baru, semua harus lebih disiplin dan harus mampu menciptakan etos kerja baru.

Menurutnya, disiplin harus dimulai dari pimpinan. Kita tidak bisa membiarkan hal-hal yang mengganggu suasana kerja di kantor. Jika hal ini dibiarkan maka akan mempengaruhi kinerja kerja. 

Evaluasi kerja tidak harus menunggu tahunan tapi setiap bulan perlu dilakukan untuk mengetahui hasil kerja setiap staf, apa masalahnya, serta bagaimana terobosan yang harus dilakukan secara bersama di masing-masing divisi.

Hal ini dilakukan agar menjadi pendasaran penilaian kinerja kerja baik secara personal maupun lembaga yang dapat dipertanggungjawabkan secara kelembagaan, tegas Maria. Penulis/Editor: Yos Ilang