Lompat ke isi utama

Berita

Tim Monev Bawaslu NTT Kunjungi Bawaslu Ende

Tim Monev Bawaslu NTT  Kunjungi Bawaslu Ende

Ende, Bawaslu Kabupaten Ende – Tim monitoring dan evaluasi (Monev) Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkunjung  ke Bawaslu Ende, Kamis (24/6/2021).

Tim Monev dari Bawaslu NTT, Mega Septiyani dan Dessyanty E.Y Djaranjoera, tiba di Kantor Bawaslu Ende dan diterima oleh Koordinator Sekretariat (Korsek) Bawaslu Ende, Rasyid Abubakar  bersama seluruh staf sekretariat.

Tujuan ke Bawaslu Ende dalam rangka monitoring dan evaluasi kelengkapan dokumen pertanggungjawaban keuangan dan pengecekan kondisi Barang Milik Negara di Bawaslu Ende.

Monev sebagai upaya menjamin administrasi keuangan yang baik sesuai standar yang ditetapkan. Dan akan dilakukan revisi apabila terdapat kekurangan atau pun perubahan, ungkap Desy, saat melakukan pengecekan BMN. 
Selain itu, tim juga memeriksa, mencatat, dan mengetahui jumlah serta kondisi barang milik negara yang ditempatkan dan digunakan di setiap ruangan.

Mega mengungkapkan, “persiapan dokumen yang baik dalam laporan keuangan dan inventaris barang milik negara merupakan salah satu indikator pencapaian hasil kerja dari korsek, bendahara, dan staf keuangan Bawaslu kabupaten,” ujarnya.

Sementara itu, Korsek Bawaslu Ende, Rasyid, saat diwawancarai mengatakan, dari hasil monitoring dan evaluasi ditemukan beberapa kekurangan, diantaranya dokumen hibah mebeler berupa kursi dan meja biro.

Atas kekurangan tersebut, Bawaslu Ende akan berkoordinasi kembali dengan pihak pemberi hibah untuk dilengkapi dokumen administrasinya sesuai arahan Bawaslu NTT.

“Barang-barang hibah tersebut nanti akan diinput dalam aplikasi, dan selanjutnya menjadi inventaris Bawaslu,”  jelasnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan dampak kegiatan Monev adalah meningkatkan semangat bagi pimpinan dan staf Bawaslu Ende walaupun saat ini belum menjadi satker. Kita selalu siap dan bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan dan BMN.

Ini merupakan monitoring dan evaluasi awal secara internal dalam rangka diaudit. Bawaslu Ende menunggu informasi lanjutan dari Bawaslu Provinsi terkait proses selanjutnya.

Ia mendorong seluruh staf untuk  tetap menjaga dan merawat seluruh komponen BMN agar selalu dalam kondisi  baik dan siap digunakan.

Selain itu, surat pertanggungjawaban juga merupakan hal yang sangat urgen. “Selalu dibawah pengawasan agar tidak terjadi hal-hal yang dapat mengganggu proses pelaporan nanti,” ungkapnya.

Perubahan sistem pencairan keuangan selama ini menurutnya sering terjadi. Hal itu mengakibatkan terlambatnya pencairan dana dalam memenuhi kebutuhan kegiatan operasional dan lainnya. 

Ia juga mengapresiasi metode baru penarikan uang melalui penggunaan ATM BRI Virtual Account (BRIVA). Selain menghemat waktu juga mendukung proses pelayanan yang lebih cepat terhadap  kebutuhan dari masing-masing divisi. Penulis: Blasius Sedi – Editor: Yos Ilang

​​