Lompat ke isi utama

Berita

Tim Redaksi Harus Mampu Menghasilkan Berita

Tim Redaksi Harus Mampu Menghasilkan Berita

Ende, Bawaslu Kabupaten Ende – Sekalipun bukan di lembaga pers, tim redaksi harus mampu menghasilkan berita di lembaga yang menjadi corong informasi publik seperti di Bawaslu Ende.

Kehadiran Tim Redaksi sangat penting untuk bisa mengatur dan mengola informasi menjadi sebuah berita yang layak dipublis ke media cetak maupun media sosial.

Hal ini disampaikan Anggota yang juga sebagai Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Ende, Maria Uria Ie, saat pembukaan kegiatan pengembangan media cetak di Kantor Bawaslu Ende, Kamis (23/9/2021).

Maria juga mengatakan, setiap berita yang dimuat di Website dan Buletin Bawaslu Ende, harus memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat. 

Seperti nilai pendidikan, mencerdaskan pembaca, mengajak masyarakat berpartisipasi  dalam pengawasan pemilu serta meningkatkan intelektualitas pembaca.

“Pembentukan tim redaksi dan uraian tugas, menurutnya sangat urgen. Agar kerja dan alur produksi berita lebih tertata dan maksimal. Mulai dari Pemred hingga ke tingkat Reporter,” ujarnya.

Narasumber dalam kegiatan tersebut, yakni staf PHL Bawaslu Ende Yos K. Ilang. Sub temanya tentang tim redaksi dan uraian tugas. 

Yos menjelaskan, uraian tugas perlu diketahui dan dimaknai sebagai landasan utama setiap personil dalam pelaksanaan tugasnya. 

Semua harus mengikuti prosedur dan mekanisme kerja struktur redaksi. Mulai dari Pemred, Redpel, Redaktur, Koordinator Liputan, Reporter, Sekretaris Redaksi, IT, dan Fotografer. 

Menurutnya, “Unsur-unsur dalam tim redaksi harus dapat bekerjasama, meliput kegiatan, mewawancarai narasumber, mengumpulkan data, serta mengolah data menjadi sebuah informasi  yang menghasilkan konten berita yang menarik untuk dibaca,” ujarnya. 

Ketua Bawaslu Ende, Natsir B. Kotten mengatakan, salah satu kendala dalam penulisan berita adalah tidak pernah mencoba untuk melakukan penulisan.

“Kebiasaan malas dan selalu dimulai dengan keluhan harus dihilangkan karena akan menghambat kreativitas kerja dan semangat kita untuk menulis,” ujar Natsir. 

Sementara itu, Basilius Wena mengatakan, hal yang paling utama dalam penulisan berita adalah adanya kemauan. Bila kemauan itu ada, maka menulis akan lebih mudah dilakukan. 

Ia mendorong para staf agar aktif mengambil bagian dalam penulisan berita. Banyak kegiatan daring yang dilakukan selama masa pandemi. Harus pro aktif  meliput kegiatan dan mulai menulis dengan kemampuan yang dimiliki. 

Selain itu, Rasyid Abubakar juga mengatakan, tim redaksi merupakan satu kesatuan yang terintegrasi dalam  tujuan yang sama yakni menghasilkan sebuah berita.

Tanpa adanya tim redaksi yang solid maka akan sulit menghasilkan sebuah berita yang berkualitas. Untuk itu, harus serius dan  fokus melakukan peliputan serta  mulailah  menulis dengan hal-hal yang kecil berdasarkan tugas dan tanggung jawab masing-masing divisi.

Kegiatan diakhiri dengan laporan pembentukan tim redaksi Bawaslu Ende, yaitu Pemred/Penanggung Jawab: Natsir B. Kotten, Maria Uria Ie, Blasius Wena. Redaktur Pelaksana: Rasyid Abubakar. Redaktur: Yos K. Ilang. Koordinator Liputan: Yos K. Ilang dan Elisabeth Renggi. Sekretaris Redaksi: Sukirman Mahmud dan Maria Yuanita Mete.

Reporter: Ferdinandus Anadena, Abubakar AR, Latifa Putri Hutami, Yohana T. Sagho, Wahyudin Dala, Wolfgang N. Sanggu, Bahrudin L. Gani, Densiana Syah, Veronika Lembu, Blasius Sedi, Abdurahim S. Putra.  IT:  Wolfgang N. Sanggu dan Baharudin L. Gani. Fotografer: Wahyudin W. Dala.  Penulis: Putri Hutami – Editor: Yos Ilang

1
Dari kiri: Moderator Sukirman Mahmud, Narasumber Yos Ilang, Koordinator Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Ende Maria Uria Ie, saat kegiatan Pengembangan Media Cetak di Kantor Bawaslu Ende, Kamis (23/9/2021)/Foto: Wahyudin Dala